Apa
yang teman-teman pikirkan jika mendengar kata Soeharto, Zaman Soeharto atau Presiden
Soeharto? Mungkin bagi mereka yang tidak puas dengan kinerja beliau akan
mengatakan Soeharto adalah seorang pemimpin diktator, sosok kontroversial, KKN
dan lain sebagainya. Dan mereka yang merasa puas, mungkin terbesit di pikiran
bahwa Pak Soeharto adalah bapak pembangunan, pemimpin yang tegas dan berani,
atau mungkin seorang inspirasirator. Tapi bukan itu poin yang akan saya bahas
dalam essai ini ya…
Terlepas
dari sisi buruk yang pernah dilakukannya, dengan karakter kepemimpinannya yang
kuat tersebut, Soeharto berhasil mensejahterakan masyarakat Indonesia.
Teman-teman pasti tahu dong mengenai peristiwa bersejarah bangsa
Indonesia yang terjadi di bulan Mei 1998. Di mana itu adalah eranya Soeharto
melepas jabatan sebagai presiden yang telah ia emban sekitar 32 tahun.
Pasca
reformasi, permasalahan bangsa ini semakin rumit. Misalnya seperti terorisme,
anarkisme, premanisme, kekerasan yang mengatasnamakan agama dan kerusuhan antar
etnis.
Akibat
dari semua permasalahan itu adalah kepercayaan masyarakat kepada para pemimpin menjadi
pudar. Tak heran jika banyak orang yang merindukan sosok Soeharto. Suara-suara
kerinduan terhadap Soeharto itu akan saya angkat dalam essai ini. Dengan
membandingkan zaman Soeharto dan zaman sekarang kemudian mencoba mencari benang
merahnya. Dengan harapan, dapat bermanfaat bagi zaman sekarang.
Mungkin
tulisan ini akan terkesan "membela" zaman Soeharto. Tapi bagaimanapun
juga, ini hanyalah sebuah ungkapan kerinduan dari saya kepada masa-masa
kejayaan Soeharto, Saya juga ingin memberikan apresiasi kepadanya atas segala
pencapaiannya. Tapi bukan berarti di sini saya sampai mengkultuskan atau bahkan
mendewakan Pak Soeharto. Apalagi saya tidak mengakui bahwa Soeharto tidak
mempunyai sedikit pun kesalahan.
Soeharto
sama seperti kita, manusia biasa yang tentu tidak lepas dari kesalahan dan
lupa. Karena itu, tulisan ini juga mengakui sisi gelap dari Pak Soeharto.
| Ilustrasi: Sem Cornelyoes Bangun |
Jika saya mengkritik kepemimpinan Pak Soeharto, kritik ini juga bisa dimaknai sebagai kritik saya terhadap para pemimpin saat ini. Para pemimpin yang terpilih saat ini sangat mungkin sebagai orang-orang yang vokal (maksudnya waktu reformasi mereka lantang berteriak untuk menurunkan Soeharto). Mereka (para bedebah) mengkritik orde baru dan menawarkan janji-janji baru yang menggiurkan bagi rakyat untuk segera memilih mereka sebagai pemimpin.
Misalnya
saja, ada seorang oknum di masa reformasi tahun ‘98 ikut menyuarakan agar Pak Soeharto
segera lengser dan merasa manjadi pihak yang sangat dirugikan oleh pemerintahannya.
Setelah orde baru tumbang, mereka masuk dalam dunia politik kemudian
mencalonkan diri sebagai pemimpin dan memberikan janji janji agar mereka
terpilih.
Tapi,
setelah dipilih oleh rakyat berbagai janji orang-orang yang soal itu hanyalah
isapaan jempol belaka, rakyat malah tambah sengsara muncul kembali korupsi dan
permasalahan-permasalahan lainnya. Kalau Pak Soeharto tidak banyak bicara, Soeharto
lebih suka langsung bertindak dan bekerja.
Soeharto adalah pemimpin yang tegas,
berani, banyak bekerja dan bertanggung jawab. Dibanding dengan kepemimpinan
sekarang yang mana banyak kebijakan pemerintah tidak membawa ke arah perubahan
yang pasti, terkesan ragu-ragu, tidak berani, serta tidak bertanggung jawab
dalam segala resiko apapun yang akan terjadi. Contohnya, yang lagi viral
tentang data masyarakat Indonesia yang bocor, ini terjadi karena kurang
kompetennya pemerintahan kita. Maka, lebih baik mereka mengundurkan diri saja. Alias
tidak perlu mendaftar sebagai calon presiden.
Sebagai
akhir dari tulisan ini, saya akan memberikan sedikit prestasi Pak Soeharto. Tentunya
yang saya dapat dari sumber yang bisa dipercaya.
Barangkali
karena ia berasal dari keluarga petani, sehingga sangat cerdas dalam urusan
lumbung makanan penduduk. Di akhir kepemimpinannya, ia mampu memproduksi beras
dengan jumlah yang fantastis dan Indonesia berhasil menjadi salah satu importir
beras terbesar di dunia. Karena pencapain itu, Pak Soeharto mendapat medali emas
oleh FAO, Organisasi pangan di bawah PBB tahun 1985.
2. Jarang Terjadi
Keributan Atau Bisa Dibilang Aman
Seperti tawuran antar
suku, kekerasan antar-umat beragama, tawuran antar pelajar dan premanisme.
Keributan-keributan ini
hampir sepi di masa Soeharto.
3. Harga Bahan Pokok Murah
Memang, jika
dibandingkan dengan nominal (nilai
tukar) uang jaman dulu dan zaman sekarang tentu sangat jauh nilainya. Namun bisa harga bahan pokok pada
zaman itu terbilang murah. Tidak
seperti sekarang yang harganya tidak menentu setiap tahun, khususnya bulan Ramadan, (kerap -ed) terjadi
kenaikan harga bahan pokok.
4. Bidang Olahraga Indonesia di Masa Keemasannya
Misalnya,
(dalam bidang -ed) bulu tangkis ada Susi Susanti. Dan masih banyak lagi
prestasi yang dibuat oleh Pak Soeharto yang, mungkin, kebanyakan orang lupa
karena sisi gelapnya yang sudah terlanjur sering menjadi pembicaraan.
*****
Quotes of the
day is…
“PIYE KABARE?, ENAK JAMANKU THO”





